30 Nopember, 2008

Charlie Wilson’s War

Charlie Wilson (Tom Hanks) tersentuh hatinya saat berkunjung ke pengungsian Afghanistan di Peshawar Pakistan awal tahun 1980-an atas undangan langsung Presiden Pakistan saat itu Muhammad Zia Ul-Haq. Ketika itu Uni Soviet melakukan invasi besar-besaran ke Afghanistan. Pakistan sebagai tetangga terdekat harus rela menampung seperlima jumlah penduduk Afghanistan sebagai pengungsi.

Charlie Wilson bukanlah orang sembarangan meski sering berprilaku sembarangan. Charlie adalah satu dari sembilan angota Kongres yang membidangi sub komite Departemen Pertahan AS. Komite inilah yang bertugas mengalokasikan anggaran tak terbatas AS untuk operasi militer rahasia. Dalam istilah Joanne (Julia Roberts), Komite ini berada di perempatan jalan antara Departemen Pertahanan, Pentagon dan CIA. Seluruh aktivitas operasi Dephan, Pentagon dan CIA harus melewati rekomendasi dan persetujuan dari Komite ini. Jika tidak, dana tidak akan turun.

Baca terus →

30 Nopember, 2008

Elang

Namanya Elang. “Elang”, dengan “E” seperti kita menyebut “E” pada kata “Enak”.

Kami mengenalnya sebagai seorang ustadz sekaligus aktivis. Elanglah yang selalu membujuk kami ikut pengajian setiap sore sekali dalam seminggu. Elanglah yang tak pernah bosan mengajak kami shalat dhuha pada saat jam istirahat. Elanglah yang menasehati kami disaat penyakit malas belajar dan ibadah sedang melanda kami. Elanglah yang mengompori kami untuk ikut-ikutan aksi boikot produk dari negara tertentu.

Elang adalah imam shalat. Elang adalah qari yang bacaannya fasih dan indah. Elang adalah bintang dengan segudang prestasi. Elang adalah orator dalam mimbar-mimbar kami. Baca terus →

3 Agustus, 2008

Wanita Pemandu Wisata

Pagi ini wanita paruh baya itu tampil dengan baju coklat muda yang dipadukan dengan celana panjang putih. Agak berbeda dengan kebiasaanya yang hampir selalu mengenakan pakaian berwarna meriah (kalau tidak mau dikatakan norak) seperti merah atau kuning. Terasa kontras memang dengan usianya yang kuprediksi sudah menginjak kepala enam. Rambut sebahunya terlihat lebih hitam daripada biasanya. Timbunan uban itu tentu sudah dipoles dengan cairan penghitam rambut. Tas tangan dan setumpuk kertas masih setia menemaninya.

Wanita ini adalah pemandu wisata kami. Sekali dalam seminggu beliau rutin membawa kami berwisata kemana saja tempat yang menarik baginya. Puluhan tempat sudah kami kunjungi bersamanya. Tapi ada saja hal-hal baru yang kami temukan dalam perjalanan-perjalanan itu.

Suatu waktu kami melihat langsung bagaimana manusia suku pedalaman Papua memanggang babi dalam oven tradisional berupa sebuah lubang yang dipenuhi batu dan ditutupi oleh batu juga. Pernah juga kami diajak berlayar bersama orang-orang dari suku Bugis. Dan kami melihat langsung bagaimana lelaki perkasa suku Bugis berdiri diatas tiang kapal menantang ganas badai lautan. Di lain waktu beliau mengajak kami ke pedalaman hutan jambi untuk bertemu dengan suku Kubu atau juga disebut suku Anak Dalam. Dan kami sangat terkesan dengan orang-orang suku Kubu yang selalu memegang teguh prinsip untuk tidak mencemari alam. Hal yang mungkin baru terpikirkan oleh kita(yang mengaku sebagai manusia modern ini) ketika es kutub utara sudah mulai mencair. Ketika ilmu titen petani Jawa sudah tidak berlaku lagi. Ketika cuaca terasa lebih panas jika dibandingkan 10 tahun yang lalu. Baca terus →

3 Agustus, 2008

Gone Baby Gone

Ben Affleck memulai debutnya sebagai sutradara melalui sebuah film luar biasa berjudul Gone Baby Gone yang diadaptasikan dari sebuah novel dengan judul sama hasil karya Dennis Lehane. Dennis Lehane juga mengarang Mystic River, sebuah novel yang menginspirasi Clint Eastwood membuat menuangkannya dalam bentuk Film. Seperti halnya Mystic River, Gone Baby Gone juga bercerita tentang kejahatan terhadap anak-anak.

Amanda McGready, gadis cilik usia 5 tahun hilang. Dugaan sementara, gadis ini adalah korban penculikan anak. Issue ini menjadi issue besar tingkat nasional. Wartawan, tetangga, polisi semua ikut ambil bagian dalam usaha pencarian Amanda.
Bibi Amanda, Bea McGready berinisiatif menyewa Patrick Kenzie (Casey Affleck), seorang detektif swasta khusus pencarian orang hilang. Penyelidikan pun dilakukan. Pada perkembangan selanjutnya, ditemukan fakta-fakta mengejutkan khas film detektif.

Patrick berhasil mengungkap sebuah konspirasi besar yang bertujuan untuk memisahkan Amanda dengan ibunya, Helene McGready, seorang wanita pemabuk dan pecandu kokain. Ironisnya, pelaku utama konspirasi ini adalah kepala tim penyelidik kasus pencarian Amanda, Jack Doyle(Morgan Freeman) yang dibantu oleh Remy Bressant(Ed Harris) dan Lionel McGready, paman Amanda sendiri. Baca terus →

14 Maret, 2008

The Pursuit of Happyness

Film dengan embel-embel “based on true story” selalu menjadi lebih menarik bagiku. Begitu juga dengan the Pursuit of Happyness, sebuah Film yang menceritakan kehidupan asli Chris Gardner, seorang multijutawan amerika. Will Smith mengambil peran utama sebagai Chris Gardner dalam film ini.

Chris digambarkan sebagai seorang ayah baik yang banyak dirundung masalah. Masalah klasik bagi umat manusia, ekonomi. Bekerja sebagai seorang sales yang menjajakan alat ronsen dari satu pintu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Ditemani seorang isteri yang bekerja sebagai buruh rendahan di sebuah pabrik konveksi. Rumah tangga mereka membuahkan Christopher, bocah lucu yang ternyata diperankan oleh anak kandung Will Smith sendiri. Tekanan hidup semakin lama terasa semakin berat. Sudah lama Chris tidak menjual satupun alat ronsen. Tagihan menumpuk, sewa rumah menunggak, hutangpun dimana-mana. Ibarat bom waktu, tekanan itu akhirnya meledak dan mencapai puncaknya ketika sang isteri tercinta memutuskan untuk meninggalkan anak dan suaminya. Namun, Chris adalah lelaki yang tangguh. Di tengah tekanan hidup yang begitu dahsyatnya, Chris bersama anaknya masih bertahan dengan menjual alat ronsen yang tersisa di sela-sela usahanya melamar di sebuah perusahaan pialang saham terkenal. Petualangan Chris Gardner memburu kebahagiaanpun dimulai.

Luar biasa. Seolah ada pisau bermata tajam yang menusuk-nusuk jantung saat menonton film ini. Sangat menyentuh. Akting Will Smith adalah kekuatan utama film ini. Tatapan mata, air muka dan ekspresi wajah Will sangat pas menggambarkan derita hidup berkepanjangan.
Aku teringat suatu adegan ketika Chris bersama anaknya terpaksa menginap di Toilet umum setelah terusir dari rumah sewaannya karena tagihan yang sudah sangat menumpuk. Chris Mengunci pintu toilet dari dalam. Petugas Cleaning Service menggedor-gedor pintu toilet itu. Chris hanya bisa pasrah sambil memeluk anaknya. Wajahnya memperlihatkan ekspresi cemas bercampur takut. Air matapun tak tertahankan ikut tumpah ruah, seolah ingin menyejukkan derita tuannya. Air mata yang terpahat akibat derita berkepanjangan. Akting yang luar biasa memikat!! Baca terus →