<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Curahan Pemikiran</title>
	<atom:link href="http://takkay.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://takkay.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Sep 2011 01:08:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='takkay.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Curahan Pemikiran</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://takkay.wordpress.com/osd.xml" title="Curahan Pemikiran" />
	<atom:link rel='hub' href='http://takkay.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bicara Tentang Perubahan</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2011/08/16/bicara-tentang-perubahan/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2011/08/16/bicara-tentang-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 15:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Luar biasa rasanya menyaksikan bagaimana hidup membuat lompatan-lompatan perubahan mencengangkan yang sebelumnya sedetikpun tak pernah terlintas dalam imajinasi. Umar bin Khattab tadinya adalah orang nomor satu yang ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Untaian Ayat-ayat suci dalam Surat Thaha-lah yang menggoncang &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2011/08/16/bicara-tentang-perubahan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=113&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa rasanya menyaksikan bagaimana hidup membuat lompatan-lompatan perubahan mencengangkan yang sebelumnya sedetikpun tak pernah terlintas dalam imajinasi.</p>
<p>Umar bin Khattab tadinya adalah orang nomor satu yang ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Untaian Ayat-ayat suci dalam Surat Thaha-lah yang menggoncang Umar dan berbalik menjadi orang nomor satu yang ingin membela Nabi.</p>
<p>Mungkin tak pernah terpikirkan oleh Nazaruddin bahwa suatu saat nasib akan membawanya menjadi buronan Interpol dan pesakitan KPK.</p>
<p>Selama 30 tahun berkuasa mungkin semalampun Hosni Mubarak tak pernah bermimpi tentang aksi heroik pemuda-pemuda Mesir menuntut pengunduran dirinya.</p>
<p>Saya tak pernah membayangkan bahwa Kawan main kartu saya dulu, sekarang menjadi manusia tangguh yang menginspirasi banyak orang, termasuk saya sendiri.</p>
<p>Hidup memperlakukan saya seperti bocah kecil yang penasaran ketika sedikit demi sedikit Takdir menyingkap lembaran rahasianya. Bocah kecil malang yang takjub dengan dengan Mahakarya rahasia takdir dan selalu bertanya-tanya perubahan macam apa lagi yang tertulis dalam lembaran berikutnya.<br />
Katanya, setiap detik adalah perubahan. Pertanyaannya adalah, perubahan macam apa yang akan terjadi pada detik berikutnya. Positifkah atau negatifkah? Namun bagi saya, Life must go on. Hidup tetap berjalan. Harus berjalan. Jadi, nikmati saja seperti Abang tukang becak berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Abang Tukang Becak di Simpang Lima Semarang" src="http://farm7.static.flickr.com/6079/6040664378_99a27518a6.jpg" alt="" width="350" height="297" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=113&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2011/08/16/bicara-tentang-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm7.static.flickr.com/6079/6040664378_99a27518a6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abang Tukang Becak di Simpang Lima Semarang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Neneng</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2011/07/03/kisah-neneng/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2011/07/03/kisah-neneng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 14:22:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Calo]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Kapal itu besar sekali. Tak pernah Neneng melihat kapal sebesar itu sebelumnya. Bahkan truk pengangkut gula pun bisa masuk ke dalamnya. Rantai-rantainyakokoh dan gagah. Geladak dan Buritannya luas sekali. Lebih luas daripada empat kali lapangan voli di kampung sebelah. Neneng &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2011/07/03/kisah-neneng/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=49&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://takkay.wordpress.com/2011/07/03/kisah-neneng/couvert-depliant-cover-guide2-eng/" rel="attachment wp-att-50"><img class="size-medium wp-image-50 alignleft" style="margin:5px 10px 5px 0;" title="couvert-depliant-cover-guide2-eng" src="http://takkay.files.wordpress.com/2011/07/couvert-depliant-cover-guide2-eng.jpg?w=300&#038;h=229" alt="" width="300" height="229" /></a>Kapal itu besar sekali. Tak pernah Neneng melihat kapal sebesar itu sebelumnya. Bahkan truk pengangkut gula pun bisa masuk ke dalamnya. Rantai-rantainyakokoh dan gagah. Geladak dan Buritannya luas sekali. Lebih luas daripada empat kali lapangan voli di kampung sebelah.<br />
Neneng tersenyum dalam hati. Inilah jalanku, batinnya. Tak salah lagi. Kapal Besar ini hanyalah sebuah awal. Hari-hari kedepan Neneng yakin akan menemukan lebih banyak lagi hal-hal menakjubkan lainnya.</p>
<p>”Hati-Hati di Jalan!”, Teriak laki-laki berkemeja kotak-kotak di ujung dermaga. Hari itu, Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Jaket kulit lusuh dipundaknya terlihat tak selusuh biasanya.<br />
Neneng menoleh. Ah, Aldrin! Laki-laki itu seolah datang diutus Tuhan untuknya. Dua Minggu lalu di suatu siang yang terik Aldrin datang menghampirinya. Bercerita banyak tentang Malaysia. Tentang pekerjaan berlimpah dengan gaji yang berlimpah pula.</p>
<p>”Tak Perlu sekolah tinggi-tinggi. Asal bisa menghitung uang bisalah kau kerja jadi penjaga toko disana. Gajinya 2000 ringgit sebulan. Kau kalikan saja 3000 rupiah” Jelas Aldrin.</p>
<p>”Kau lihat rumah Pak Badrun di kampung sebelah? Kau pikir darimana dia bisa membangun rumah begitu bagusnya? Ada parabola, kulkas dan mesin cuci. Itu semua dari uang kiriman Nunik yang jadi TKW di Malaysia.”<br />
Neneng teringat Nunik, Kawan satu SD-nya dulu. Lebaran tahun lalu Nunik pulang kampung. Seperti bintang film saja Nunik waktu itu. Rambutnya pirang. Bajunya modis dan pakai kacamata hitam. Perhiasannya bukan imitasi. Siapa yang tak mau sukses seperti Nunik.</p>
<p>”Apalagi yang bisa kau lakukan disini Neneng? Pergilah ke Malaysia. Tak perlu kau risaukan ongkosnya. Aku bisa meminjamimu. Nanti saja kau bayar kalau uangmu sudah banyak.”</p>
<p>Tak perlu waktu lama bagi Neneng untuk memikirkan tawaran Aldrin. Neneng sudah sangat bosan dengan kampung sepi yang gersang ini. Tak ada lagi yang bisa dilakukan lulusan SD seperti Neneng disini. Meski tanpa restu Emak, Neneng memutuskan untuk tetap berangkat. Dalam hati Neneng bertekad, suatu saat nanti akan pulang dan membawa banyak uang. Neneng akan membeli sawah dan sapi yang banyak untuk Emak. Emak tak perlu lagi bekerja keras, karena Neneng akan membayar orang kampung untuk mengerjakan sawah-sawah mereka.</p>
<p>Suara gaduh petugas kapal yang menyuruh Neneng naik membuyarkan lamunannya. Dengan langkah mantap Neneng menaiki Kapal. Doa-doa memohon keselamatan tak henti-hentinya dilafadzkan Neneng. Neneng menoleh sekali lagi ke arah Dermaga. Aldrin sudah tak ada.</p>
<p>***</p>
<p>Neneng akhirnya diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia lewat Batam tanpa satu pun dokumen resmi. Disekap berhari-hari di Johor bersama pekerja-pekerja migran lain dari berbagai negara. Tahun-tahun berikutnya dihabiskan Neneng bekerja berpindah-pindah dari satu majikan ke majikan lain. Tanpa bayaran sepeserpun. Sangat sering mendapat perlakuan kasar.</p>
<p>Beberapa kali Neneng mencoba kabur, beberapa kali juga Neneng gagal. Kadang ditemukan lagi oleh Majikannya. Kadang bertemu penipu lain yang menjualnya ke Majikan lain. Sampai suatu saat seorang wanita paruh baya, entah siapa, berbaik hati mengantarkan Neneng ke KBRI Kuala Lumpur. Neneng bersama ratusan pekerja Migran lain masih bertahan mencoba mengais sisa-sisa keadilan yang entah kapan mereka dapatkan.</p>
<p>***</p>
<p>Neneng adalah satu dari 3 Juta Pekerja Migran Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia.<br />
Sumber data: http://www.migrantcare.net<br />
Sumber gambar: http://claressagifts.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=49&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2011/07/03/kisah-neneng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://takkay.files.wordpress.com/2011/07/couvert-depliant-cover-guide2-eng.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">couvert-depliant-cover-guide2-eng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chocolate Girl</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2009/08/24/chocolate-girl/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2009/08/24/chocolate-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 17:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Coklat]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kopaja]]></category>
		<category><![CDATA[Mampang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/2009/08/24/chocolate-girl/</guid>
		<description><![CDATA[Perempatan Mampang adalah titik tersibuk disepanjang jalur resmi Kopaja 57 jurusan Blok M – Kampung Rambutan. Sopir yang terburu-buru biasanya lebih memilih menghindari perempatan itu melalui fly over. Namun konsekuensinya, ada banyak calon penumpang di sana yang sayang jika dilewati &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2009/08/24/chocolate-girl/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=43&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempatan Mampang adalah titik tersibuk disepanjang jalur resmi Kopaja 57 jurusan Blok M – Kampung Rambutan. Sopir yang terburu-buru biasanya lebih memilih menghindari perempatan itu melalui fly over. Namun konsekuensinya, ada banyak calon penumpang di sana yang sayang jika dilewati begitu saja.</p>
<p>Seperti lazimnya perempatan sibuk lain di kota ini, Perempatan Mampang juga menjadi tempat favorit untuk mengais rezeki dengan berbagai macam modus. Berdagang koran. Menjajakan asongan. Mengamen. Atau sekadar membagikan amplop-amplop lusuh bertuliskan permohonan bantuan. Yang unik dari Perempatan Mampang adalah para pengais rezeki di sana didominasi oleh anak kecil umur tujuh sampai sepuluh tahun. Mereka biasanya membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai lima orang anak.</p>
<p>Beberapa bulan lalu ketika masih menjalani pendidikan di Pusdiklat Kalibata, aku adalah penumpang setia Kopaja 57 setiap Minggu sore.</p>
<p>Dan disanalah aku (hampir) selalu melihatnya.</p>
<p>Aku tak kenal gadis itu. Tak tau siapa namanya. Entah darimana asal dan kemana tujuannya. Yang aku tau, gadis itu selalu naik di Perempatan Mampang. Selalu memilih tempat duduk persis di belakang sopir (jika kebetulan sedang kosong). Selalu membawa ransel besar yang terasa kontras sekali dengan postur mungilnya. Selalu menenteng sebuah bungkusan kecil.</p>
<p>Gadis Coklat.<br />
Demikian aku diam-diam menamainya. Bukan karena kulit sawo matangnya. Juga bukan karena jaket coklat yang sekali dua kali pernah dipakainya.<br />
Tapi karena bungkusan kecil yang ternyata berisi coklat itu.<br />
Ketika kelompok pengamen cilik beraksi di bis kami, mata gadis itu awas memperhatikan. Mengkalkulasikan anggota kelompok untuk kemudian membandingkan dengan persediaan coklat dalam bungkusan kecilnya. Masing-masing anak dapat satu batang coklat. Beng-beng, Silverqueen ukuran sedang, atau bahkan Cadburry. Apapun merk yang diberikan, sepertinya coklat itu akan terasa lebih manis daripada yang seharusnya. Karena diberikan bersama senyuman manis dan (mungkin) niat yang tulus. Selepas lampu merah Perempatan Matraman, bungkusan kecil itu (hampir) selalu kosong.</p>
<p>Entah apa niatnya melakukan itu. Mungkin gadis itu adalah anak juragan coklat di kota ini. Mungkin juga gadis itu punya toko coklat terbesar di negri ini. Atau mungkin si gadis cuma warga masyarakat biasa yang ingin memberi sesuatu benar-benar kepada anak-anak pengais rezeki jalanan itu. Semua orang sepertinya sudah tau bahwa uang yang dihasilkan anak-anak pengais rezeki jalanan itu bukanlah untuk mereka gunakan sendiri. Selalu ada orang di balik mereka. Entah itu orangtua. Saudara. Atau preman. Memberikan coklat (dan bukan uang) mungkin adalah solusi yang tepat untuk berbagi kebahagiaan langsung pada mereka.</p>
<p>Sudah lama aku tidak menumpang Kopaja 57. Sudah cukup lama pula aku melupakan Gadis Coklat.<br />
Namun saat ini, ketika masalah terasa semakin menumpuk. Ketika semangat masih terpuruk. Ketika sensitifitas tetap menunduk. Ingatanku kembali padanya. Pada gadis coklat. Gadis unik yang punya cara unik untuk berbagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=43&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2009/08/24/chocolate-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Charlie Wilson&#8217;s War</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/charlie-wilsons-war/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/charlie-wilsons-war/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 16:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Charlie Wilson (Tom Hanks) tersentuh hatinya saat berkunjung ke pengungsian Afghanistan di Peshawar Pakistan awal tahun 1980-an atas undangan langsung Presiden Pakistan saat itu Muhammad Zia Ul-Haq. Ketika itu Uni Soviet melakukan invasi besar-besaran ke Afghanistan. Pakistan sebagai tetangga terdekat &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/charlie-wilsons-war/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=34&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Charlie Wilson (Tom Hanks) tersentuh hatinya saat berkunjung ke pengungsian Afghanistan di Peshawar Pakistan awal tahun 1980-an atas undangan langsung Presiden Pakistan saat itu Muhammad Zia Ul-Haq. Ketika itu Uni Soviet melakukan invasi besar-besaran ke Afghanistan. Pakistan sebagai tetangga terdekat harus rela menampung seperlima jumlah penduduk Afghanistan sebagai pengungsi.</p>
<p>Charlie Wilson bukanlah orang sembarangan meski sering berprilaku sembarangan. Charlie adalah satu dari sembilan angota Kongres yang membidangi sub komite Departemen Pertahan AS. Komite inilah yang bertugas mengalokasikan anggaran tak terbatas AS untuk operasi militer rahasia. Dalam istilah Joanne (Julia Roberts), Komite ini berada di perempatan jalan antara Departemen Pertahanan, Pentagon dan CIA. Seluruh aktivitas operasi Dephan, Pentagon dan CIA harus melewati rekomendasi dan persetujuan dari Komite ini. Jika tidak, dana tidak akan turun.</p>
<p><span id="more-34"></span>Sepulang dari Peshawar Charlie merasa ada yang salah. Negaranya mendukung perjuangan Mujahidin dan mengutuk keras sikap represif Uni Soviet. Namun dukungan itu tidak totalitas. Tidak diwujudkan dalam bentuk bantuan persenjataan militer. Mujahidin masih berperang menggunakan senjata jaman perang dunia I yang mustahil digunakan untuk menembak jatuh helikopter Uni Soviet. Hal yang sebenarnya dapat dipahami mengingat perang dingin AS-Uni Soviet. Keterlibatan AS secara terang-terangan akan mengubah perang dingin menjadi perang sungguhan.</p>
<p>Dengan bantuan Philip Seymour Hoffman yang berperan sebagai agen CIA, Charlie menyusun rencana menyelundupkan senjata militer modern ke Afghanistan. Penyelundupan haruslah dirancang serapi mungkin agar tidak ada jejak keterlibatan AS. Charlie mengkonsolidasikan banyak pihak dalam rencananya. Arab Saudi, Mesir, Pakistan dan Israel ikut ambil bagian. Tentu saja tidak mudah mengajak keempat negara itu berjalan bersama. Namun disitulah letak kejeniusan Charlie Wilson sebagai politikus handal yang jago melobi. Bantuan yang diberikan tentunya tidak gratis, Charlie berhasil menemukan celah-celah penawaran sehingga semua pihak (merasa) diuntungkan oleh kegiatan ini.</p>
<p>Kejeniusan Charlie juga lah yang membuat Kongres AS menyetujui rencana ini. Kongres bahkan berani mengucurkan dana dalam jumlah terbesar yang pernah dikeluarkan AS untuk operasi militer (sampai saat itu). Tahun-tahun berikutnya sejarah mencatat Uni Soviet kalah telak, dan terpaksa meninggalkan bumi Afghanistan.<br />
Namun, tak pernah ada senyum di wajah Charlie Wilson saat menerima bintang perhargaan. Afghanistan setelah penarikan pasukan soviet tak berbeda jauh dengan Afghanistan saat diinvasi soviet. Lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya. Begitulah pemikiran Charlie Wilson.</p>
<p>Satu-satunya pelajaran &#8220;moral&#8221; yang coba diberikan oleh film ini adalah : kekalahan telak Uni Soviet di Afghanistan adalah hasil buah karya seorang jenius bernama Charlie Wilson.</p>
<p>***<br />
Terlepas dari apapun pesan &#8220;moral&#8221; yang coba diberikan oleh film ini, Tom Hanks lagi-lagi berhasil. Tom Hanks sukses menampilkan diri sebagai seorang politikus urakan tapi jenius.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=34&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/charlie-wilsons-war/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Elang</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/elang/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/elang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 15:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[mereka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Elang. &#8220;Elang&#8221;, dengan &#8220;E&#8221; seperti kita menyebut &#8220;E&#8221; pada kata &#8220;Enak&#8221;. Kami mengenalnya sebagai seorang ustadz sekaligus aktivis. Elanglah yang selalu membujuk kami ikut pengajian setiap sore sekali dalam seminggu. Elanglah yang tak pernah bosan mengajak kami shalat dhuha &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/elang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=32&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya Elang. &#8220;Elang&#8221;, dengan &#8220;E&#8221; seperti kita menyebut &#8220;E&#8221; pada kata &#8220;Enak&#8221;.</p>
<p>Kami mengenalnya sebagai seorang ustadz sekaligus aktivis. Elanglah yang selalu membujuk kami ikut pengajian setiap sore sekali dalam seminggu. Elanglah yang tak pernah bosan mengajak kami shalat dhuha pada saat jam istirahat. Elanglah yang menasehati kami disaat penyakit malas belajar dan ibadah sedang melanda kami. Elanglah yang mengompori kami untuk ikut-ikutan aksi boikot produk dari negara tertentu.</p>
<p>Elang adalah imam shalat. Elang adalah qari yang bacaannya fasih dan indah. Elang adalah bintang dengan segudang prestasi. Elang adalah orator dalam mimbar-mimbar kami.<span id="more-32"></span></p>
<p>Bilangan tahun tak pernah bertemu, Elang muncul menemui salah satu dari kami. Ketika itu Elang datang dengan celana jeans hitam. Jaket yang juga berbahan jeans. Sepasang sepatu Allstar. Sebatang Marlboro yang tinggal separo. Dan sebuah gitar di tangan kirinya.</p>
<p>Elang masih seorang ustadz. Setidaknya masih dianggap ustadz oleh teman-teman musisinya. Elanglah yang shalat lima waktunya tak pernah ketinggalan. Elanglah yang masih bertilawah sekali dalam sehari. Elangpun masih seorang aktivis. Setidaknya aktivis yang aktif dalam komunitasnya.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>***postingan ini tentu sudah didramatisir <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=32&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/11/30/elang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Pemandu Wisata</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/wanita-pemandu-wisata/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/wanita-pemandu-wisata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 07:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[mereka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini wanita paruh baya itu tampil dengan baju coklat muda yang dipadukan dengan celana panjang putih. Agak berbeda dengan kebiasaanya yang hampir selalu mengenakan pakaian berwarna meriah (kalau tidak mau dikatakan norak) seperti merah atau kuning. Terasa kontras memang &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/wanita-pemandu-wisata/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=10&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini wanita paruh baya itu tampil dengan baju coklat muda yang dipadukan dengan celana panjang putih. Agak berbeda dengan kebiasaanya yang hampir selalu mengenakan pakaian berwarna meriah (kalau tidak mau dikatakan norak) seperti merah atau kuning. Terasa kontras memang dengan usianya yang kuprediksi sudah menginjak kepala enam. Rambut sebahunya terlihat lebih hitam daripada biasanya. Timbunan uban itu tentu sudah dipoles dengan cairan penghitam rambut. Tas tangan dan setumpuk kertas masih setia menemaninya.</p>
<p>Wanita ini adalah pemandu wisata kami. Sekali dalam seminggu beliau rutin membawa kami berwisata kemana saja tempat yang menarik baginya. Puluhan tempat sudah kami kunjungi bersamanya. Tapi ada saja hal-hal baru yang kami temukan dalam perjalanan-perjalanan itu.</p>
<p>Suatu waktu kami melihat langsung bagaimana manusia suku pedalaman Papua memanggang babi dalam oven tradisional berupa sebuah lubang yang dipenuhi batu dan ditutupi oleh batu juga. Pernah juga kami diajak berlayar bersama orang-orang dari suku Bugis. Dan kami melihat langsung bagaimana lelaki perkasa suku Bugis berdiri diatas tiang kapal menantang ganas badai lautan. Di lain waktu beliau mengajak kami ke pedalaman hutan jambi untuk bertemu dengan suku Kubu atau juga disebut suku Anak Dalam. Dan kami sangat terkesan dengan orang-orang suku Kubu yang selalu memegang teguh prinsip untuk tidak mencemari alam. Hal yang mungkin baru terpikirkan oleh kita(yang mengaku sebagai manusia modern ini) ketika es kutub utara sudah mulai mencair. Ketika ilmu titen petani Jawa sudah tidak berlaku lagi. Ketika cuaca terasa lebih panas jika dibandingkan 10 tahun yang lalu.<span id="more-10"></span></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu beliau mengajak kami melakukan perjalanan menuju Machu Pichu Peru. Wanita itu juga pernah membawa kami ke Roma melihat patung seorang wanita yang dipercaya jika disentuh oleh sepasang kekasih maka akan dapat melanggengkan hubungan cinta keduanya. Benua terkecil Australia juga pernah kami kunjungi bersama Beliau. Di sana kami melihat orang-orang Suku Aborigin yang termarginalkan oleh kedigdayaan pendatang-pendang Eropa.</p>
<p>Kami tidak hanya melakukan perjalanan menembus ruang. Kadangkala kami diajak menempuh perjalanan lintas waktu ke masa lalu. Seperti kali ini, Beliau membawa kami ke masa di mana Spanyol baru saja terusir dari tanah Maluku. Sisa-sisa tentara Spanyol melarikan diri ke Utara menuju Filipina. Dalam masa pelarian, sebagian tentara Spanyol sempat bermukim di Sulawesi Utara dan menikah dengan penduduk setempat. Sehingga, tahulah kami mengapa banyak orang-orang Manado berkulit putih, berhidung mancung dan hobi mengadakan pesta.</p>
<p>Mesin waktu yang dimiliki Wanita itu ternyata juga bisa membawa kami ke zaman glasial dimana bumi masih diselimuti oleh es. Kami mengikuti rombongan orang-orang Mongol yang berjalan kaki ke arah timur menuju Benua yang sekarang kita kenal dengan nama Amerika. Tahulah kami darimana asal usul suku Indian yang merupakan penduduk asli benua Amerika. Sebelum kembali ke masa kini, beliau membawa kami singgah sebentar ke masa dimana Islam mulai masuk ke tanah Jawa. Sisa-sisa orang Majapahit yang menolak masuk Islam menyebrang ke pulau seberang dan membentuk komunitas Hindu di pulau Dewata itu.</p>
<p>Begitulah rutinitas kami setiap minggu bersama pemandu wisata itu. Wanita luar biasa yang selalu datang lebih pagi dari semua orang. Padahal jarak Depok-Bintaro bukanlah jarak yang dekat. Apalagi jika ditempuh dengan kendaraan umum. Dan siapa yang menyangka, ternyata pemandu wisata kami yang selalu berpakaian cerah itu adalah Doktor lulusan luar negeri. Sudah malang melintang berkeliling dunia menjadi pembicara dalam forum-forum internasional di depan sosiolog-sosiolog terkenal luar negeri.</p>
<p>Sangat menghargai ilmu pengetahuan dari manapun datangnya. Tak heran ketika salah seorang teman memberikan sebuah informasi yang baru baginya, wanita itu menyambut dengan wajah sumringah penuh kebahagiaan. “Tolong fotokopikan sampul buku dan halaman sumber informasimu itu ya”, katanya dengan wajah berseri-seri seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan. Aku ingat pernah memiliki wajah seperti itu. Hampir Sembilan tahun silam ketika aku baru dibelikan Ayah Sega Mega Drive 16 Bit setelah bersusah payah melobi selama sebulan penuh berbekal rapor semester 1 MTsN ku. Rapor yang ternyata menjadi prestasi tertinggi sepanjang sejarah kependidikanku.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/takkay.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/takkay.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=10&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/wanita-pemandu-wisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gone Baby Gone</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/gone-baby-gone/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/gone-baby-gone/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 06:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ben Affleck memulai debutnya sebagai sutradara melalui sebuah film luar biasa berjudul Gone Baby Gone yang diadaptasikan dari sebuah novel dengan judul sama hasil karya Dennis Lehane. Dennis Lehane juga mengarang Mystic River, sebuah novel yang menginspirasi Clint Eastwood membuat &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/gone-baby-gone/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=6&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ben Affleck memulai debutnya sebagai sutradara melalui sebuah film luar biasa berjudul Gone Baby Gone yang diadaptasikan dari sebuah novel dengan judul sama hasil karya Dennis Lehane. Dennis Lehane juga mengarang Mystic River, sebuah novel yang menginspirasi Clint Eastwood membuat menuangkannya dalam bentuk Film. Seperti halnya Mystic River, Gone Baby Gone juga bercerita tentang kejahatan terhadap anak-anak.</p>
<p>Amanda McGready, gadis cilik usia 5 tahun hilang. Dugaan sementara, gadis ini adalah korban penculikan anak. Issue ini menjadi issue besar tingkat nasional. Wartawan, tetangga, polisi semua ikut ambil bagian dalam usaha pencarian Amanda.<br />
Bibi Amanda, Bea McGready berinisiatif menyewa Patrick Kenzie (Casey Affleck), seorang detektif swasta khusus pencarian orang hilang. Penyelidikan pun dilakukan. Pada perkembangan selanjutnya, ditemukan fakta-fakta mengejutkan khas film detektif.</p>
<p>Patrick berhasil mengungkap sebuah konspirasi besar yang bertujuan untuk memisahkan Amanda dengan ibunya, Helene McGready, seorang wanita pemabuk dan pecandu kokain. Ironisnya, pelaku utama konspirasi ini adalah kepala tim penyelidik kasus pencarian Amanda, Jack Doyle(Morgan Freeman) yang dibantu oleh Remy Bressant(Ed Harris) dan Lionel McGready, paman Amanda sendiri.<span id="more-6"></span></p>
<p>Jack Doyle adalah polisi senior yang mendedikasikan hidupnya pada kasus-kasus penculikan anak. satu hal yang ingin dilakukan Jack Doyle sebelum pensiun adalah “menyelamatkan” Amanda dari kehidupan gelap ibunya. Niat Jack Doyle mendapat dukungan penuh dari Remy Bressant yang sangat ingin melihat keponakannya hidup bahagia jauh dari pengaruh buruk ibunya. Maka dirancanglah sebuah sandiwara brilian untuk memisahkan Amanda dari ibunya.</p>
<p>Konflik pun terjadi. Idealisme Patrick diuji. Apakah akan mengungkapkan konspirasi ini dan mengembalikan Amanda kepada ibunya atau menutup mulut dan melihat Amanda hidup bahagia bersama Jack Doyle.</p>
<p>Patrick ternyata lebih memilih opsi pertama. Patrick berpendapat, walaupun dilandasi oleh niat yang baik namun tetap saja ini adalah penculikan. Tetap saja Jack Doyle mencuri Amanda dari ibu kandungnya sendiri. Pilihan yang sepertinya salah karena seorang pecandu kokain dan pemabuk dari lingkungan kriminal seperti Helene bukanlah tipe manusia yang bisa sadar dalam waktu yang singkat. Butuh lebih dari sebuah “rasa kehilangan” untuk bisa menyadarkan manusia jenis ini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/takkay.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/takkay.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=6&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/08/03/gone-baby-gone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Pursuit of Happyness</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/03/14/the-pursuit-of-happyness/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/03/14/the-pursuit-of-happyness/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 13:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Film dengan embel-embel “based on true story” selalu menjadi lebih menarik bagiku. Begitu juga dengan the Pursuit of Happyness, sebuah Film yang menceritakan kehidupan asli Chris Gardner, seorang multijutawan amerika. Will Smith mengambil peran utama sebagai Chris Gardner dalam film &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/03/14/the-pursuit-of-happyness/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=5&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film dengan embel-embel “based on true story” selalu menjadi lebih menarik bagiku. Begitu juga dengan the Pursuit of Happyness, sebuah Film yang menceritakan kehidupan asli Chris Gardner, seorang multijutawan amerika. Will Smith mengambil peran utama sebagai Chris Gardner dalam film ini.</p>
<p>Chris digambarkan sebagai seorang ayah baik yang banyak dirundung masalah. Masalah klasik bagi umat manusia, ekonomi. Bekerja sebagai seorang sales yang menjajakan alat ronsen dari satu pintu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Ditemani seorang isteri yang bekerja sebagai buruh rendahan di sebuah pabrik konveksi. Rumah tangga mereka membuahkan Christopher, bocah lucu yang ternyata diperankan oleh anak kandung Will Smith sendiri. Tekanan hidup semakin lama terasa semakin berat. Sudah lama Chris tidak menjual satupun alat ronsen. Tagihan menumpuk, sewa rumah menunggak, hutangpun dimana-mana. Ibarat bom waktu, tekanan itu akhirnya meledak dan mencapai puncaknya ketika sang isteri tercinta memutuskan untuk meninggalkan anak dan suaminya. Namun, Chris adalah lelaki yang tangguh. Di tengah tekanan hidup yang begitu dahsyatnya, Chris bersama anaknya masih bertahan dengan menjual alat ronsen yang tersisa di sela-sela usahanya melamar di sebuah perusahaan pialang saham terkenal. Petualangan Chris Gardner memburu kebahagiaanpun dimulai.</p>
<p>Luar biasa. Seolah ada pisau bermata tajam yang menusuk-nusuk jantung saat menonton film ini. Sangat menyentuh. Akting Will Smith adalah kekuatan utama film ini. Tatapan mata, air muka dan ekspresi wajah Will sangat pas menggambarkan derita hidup berkepanjangan.<br />
Aku teringat suatu adegan ketika Chris bersama anaknya terpaksa menginap di Toilet umum setelah terusir dari rumah sewaannya karena tagihan yang sudah sangat menumpuk. Chris Mengunci pintu toilet dari dalam. Petugas Cleaning Service menggedor-gedor pintu toilet itu. Chris hanya bisa pasrah sambil memeluk anaknya. Wajahnya memperlihatkan ekspresi cemas bercampur takut. Air matapun tak tertahankan ikut tumpah ruah, seolah ingin menyejukkan derita tuannya. Air mata yang terpahat akibat derita berkepanjangan. Akting yang luar biasa memikat!!<span id="more-5"></span></p>
<p>Film ini behasil menyampaikan pesan tentang betapa berharganya sebuah kebahagiaan. Dan, untuk mendapatkan kebahagiaan yang sangat berharga tersebut butuh usaha yang tidak main-main. Pagi-pagi sekali Chris harus sampai di kantornya untuk menjalankan kewajiban magang tanpa gaji. Sepulang dari kantor, Chris harus berlari ke rumah penampungan tunawisma untuk mendapat antrian terdepan. Di malam hari, dengan diterangi cahaya lampu jalan, Chris harus memperbaiki satu-satunya alat ronsen yang tersisa agar dapat dijual kembali.</p>
<p>Hukum Aksi-Reaksi pun berlaku. Chris diterima sebagai karyawan di Perusahaan impiannya. Tentang keberhasilannya, Chris berkata ”this part of my life. This little part. It called Happyness”. Ya, memang benar-benar ”little part”. Bagian yang kecil. Dari awal film, kehidupan Chris selalu digambarkan penuh derita, hanya dalam durasi beberapa detik itu sajalah Chris digambarkan merasakan bahagia. Hal ini sesuai dengan misi film yang mengangkat perjuangan meraih kebahagiaan. Kebahagiaan puncak dirasakan ketika kebahagiaan tersebut baru saja kita peroleh. Seiring berjalannya waktu, kebahagiaan itu pun akan semakin meluntur dan akhirnya hilang. Ketika kita sudah tidak merasakan kebahagiaan itu lagi, maka kita juga akan melupakan perjuangan mencapai kebahagiaan tersebut.</p>
<p>Satu hal yang perlu dikritisi adalah definisi kebahagiaan dalam film ini. Sebenarnya akan lebih cocok jika film ini diberi judul ”the Pursuit of Job”. Karena pada hakekatnya yang dikejar oleh Will adalah pekerjaan. Film ini mendefinisikan kebahagiaan sebagai kerja di tempat terkenal, tidak terlilit hutang, punya rumah sendiri. Film ini mendefinisikan kebahagiaan sebagai kesuksesan ekonomi. Film ini menafikan fakta bahwa banyak orang yang bahagia meski hidupnya pas-pasan. Kebahagiaan itu datangnya dari hati. Dalam keadaan bagaimanapun sebenarnya manusia bisa berbahagia. Tapi aku juga tidak menutup mata, akan sangat sulit menghadirkan kebahagiaan jika waktu kita tersita untuk memikirkan dimana akan menginap malam ini. Akan sangat sulit menghadirkan kebahagiaan jika uang yang tersisa tidak cukup untuk makan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/takkay.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/takkay.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=5&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/03/14/the-pursuit-of-happyness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Validasi Form Secara Realtime dengan Javascript</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/01/21/validasi-form-secara-realtime-dengan-javascript/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/01/21/validasi-form-secara-realtime-dengan-javascript/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 05:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu masalah yang paling sering muncul pada aplikasi web yang memanfaatkan form sebagai sarana menerima input dari user adalah tingkat kevalidan data yang diinput. Ada saja user yang “iseng” atau kurang teliti, sehingga menginput data tidak sesuai kebutuhan aplikasi. &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/01/21/validasi-form-secara-realtime-dengan-javascript/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=25&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu masalah yang paling sering muncul pada aplikasi web yang memanfaatkan form sebagai sarana menerima input dari user adalah tingkat kevalidan data yang diinput. Ada saja user yang “iseng” atau kurang teliti, sehingga menginput data tidak sesuai kebutuhan aplikasi. Misalnya sebuah aplikasi pendaftaran mensyaratkan user menginput password yang sama sebanyak 2 kali untuk konfirmasi. User yang kurang teliti bisa saja menginput data yang berbeda antara password dengan konfirmasi password.</p>
<p>Masalah seperti ini sebenarnya bisa saja diatasi dengan bahasa <em>server sid</em>e pengolah form seperti PHP dan ASP. Namun, menggunakan bahasa <em>server side</em> untuk menguji kevalidan data yang diinput memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat dilakukan secara <em>real time</em>. User harus mensubmit form terlebih dahulu, lalu menunggu proses validasi. Jika data tidak valid, maka proses pengisian data terpaksa harus diulangi. Cara seperti ini tentu tidak efisien karena memakan waktu dan juga bandwith.</p>
<p>Javascript adalah solusinya. Dengan javascript kita bisa menguji kevalidan data yang diinput user langsung secara <em>real time</em> tanpa harus menunggu form disubmit terlebih dahulu. Idenya sih sederhana saja. Tombol submit di-disable selama user belum menginput data secara valid, sehingga form baru bisa disubmit setelah semua data diisi dengan benar.</p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<p>Saya membuat contoh Aplikasi pendaftaran sederhana yang mensyaratkan user menginput data username minimal 5 karakter, menginput konfirmasi password, dan menginput email secara benar. Jadi, ada 3 hal yang harus dicek kevalidan datanya pada aplikasi pendaftaran ini.</p>
<p>Silahkan download contoh skripnya di<a title="download skrip validasi form" href="http://www.takkay.net84.net/gudang/validasi.zip" target="_blank">sini</a> atau melihat demonya di<a title="Lihat demo validasi form" href="http://www.takkay.net84.net/demo/validasi" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Cara ini tentu tidak tanpa resiko. Akan menjadi masalah yang sangat besar jika user menggunakan browser yang tidak support javascript atau fungsi javascript browser dimatikan. Proses validasi tidak akan berjalan sama sekali. Lebih buruknya lagi, form tidak akan bisa disubmit, sehingga proses registrasi tidak akan bisa dilakukan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/takkay.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/takkay.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=25&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/01/21/validasi-form-secara-realtime-dengan-javascript/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bridge to Terabithia</title>
		<link>http://takkay.wordpress.com/2008/01/09/bridge-to-terabithia/</link>
		<comments>http://takkay.wordpress.com/2008/01/09/bridge-to-terabithia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 10:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takkay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takkay.wordpress.com/2008/01/09/bridge-to-terabithia/</guid>
		<description><![CDATA[Berkisah tentang dua orang anak kecil seumuran SD. Jess dan Leslie sama-sama dianggap freaks di sekolahnya. Jess, anak petani miskin yang berbakat melukis. Sedang Leslie adalah cewek tomboy yang hobi bertualang. Dua sahabat cilik kita ini senang bermain di hutan. &#8230; <a href="http://takkay.wordpress.com/2008/01/09/bridge-to-terabithia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=4&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkisah tentang dua orang anak kecil seumuran SD. Jess dan Leslie sama-sama dianggap freaks di sekolahnya. Jess, anak petani miskin yang berbakat melukis. Sedang Leslie adalah cewek tomboy yang hobi bertualang. Dua sahabat cilik kita ini senang bermain di hutan. Mereka membuat semacam <em>“secret place”</em> di seberang sungai yang hanya bisa dicapai dengan berayun pada sebuah tali. <em>Secret Place</em> klasik anak-anak berupa rumah pohon dengan tangga talinya.</p>
<p>Dunia anak-anak dunia penuh imajinasi. Begitu juga dengan dunianya Jess dan Leslie. Capung di sekitar <em>“secret place”</em> mereka, diimajinasikan sebagai pasukan-pasukan pemberani dengan busur dan pedangnya. Suara berisik dari sebuah mobil bekas akibat tiupan angin adalah suara monster-monster narapidana yang hendak keluar penjara. PT, anjingnya Leslie adalah pemburu Troll raksasa yang handal. Tupai dan burung adalah anak buah Pangeran Kegelapan yang berniat menghancurkan kerajaan mereka. Kerajaan imajinatif mereka, Terabithia.</p>
<p>Cerita mencapai puncaknya ketika Leslie meninggal akibat mencoba berayun saat pergi ke Terabithia. Leslie jatuh, kepalanya terbentur lalu hanyut di sungai. Sementara pada saat yang bersamaan Jess sedang “kencan” dengan guru keseniannya di sebuah museum di kota. Pada saat akan berangkat ke museum, sempat terpikirkan oleh Jess untuk mengajak Leslie. Namun niat itu diurungkan, sehingga Jess hanya pergi berdua saja dengan guru keseniannya yang sungguh cantik dengan mata hijau itu. Seandainya Jess mengajak Leslie, tentu Leslie tidak akan berayun dengan tali itu dan meninggal. Jess, pada usia sekecil dipaksa menanggung perasaan merasa bersalah yang sungguh berat.<span id="more-4"></span></p>
<p>Masa kanak-kanak memang masa paling indah. Dunia penuh keceriaan, imajinasi . Dunia tanpa beban pikiran. Apapun yang ada di dunia selalu terlihat tidak seperti apa adanya. Mata anak-anak selalu melihat sesuatu lebih indah daripada yang seharusnya. Karena dipadukan dengan sentuhan-sentuhan imajinatif murni yang berasal dari otak yang belum terkontaminasi oleh masalah-masalah duniawi. Sungguh menyenangkan menjadi anak-anak.</p>
<p>Menonton film ini seolah bernostalgia kembali dengan masa lalu. Aku masih ingat, sekitar 13 tahun yang lalu, aku dan temanku Riko juga mempunya <em>“secret place”</em> yang padahal hanya berupa kolong meja yang diberi kain penutup. Untuk penerangan kami menggunakan senter yang diikat pada salah satu kaki meja dengan karet gelang. Banyak kegiatan disana, mulai dari main kartu, hingga rapat menyerang pasukan musuh. Aku juga sering bermain perang-perangan bersama temanku yang lain, Jel. Kami menggunakan meja makan rumahku sebagai tank yang siap menembak tentara-tentara Belanda. Sebuah kotak kayu yang ada di salah satu sudut meja makan aku imajinasikan sebagai radio yang selalu memperdengarkan lagu-lagu perjuangan yang memompa semangat kami. Perang selalu berakhir pukul setengah tiga, yaitu pada saat TVRI memulai siarannya dan memperdengarkan lagu Indonesia Raya. Sebuah kertas berwarna merah dan putih sudah kami siapkan sebagai bendera yang ditancapkan di tembok rumahku.<br />
Jel dan Riki juga mempunyai <em>“secret place”</em>. <em>Secret Place</em> mereka berupa sebuah lobang yang dilapisi batu-batu marmer. Lobang itu dilindungi oleh pohon pisang di sekelilingnya. Melalui celah-celah pohon pisang tersebut, mereka bisa mengintai dan menembak musuh. Di salah satu sudut lobang terdapat banyak amunisi berupa peluru lontar yang terbuat dari kertas. Karet gelang adalah alat untuk melontarkan peluru itu. Mereka bilang peluru itu akan mereka gunakan untuk menembak anak tetangga yang baru pindah di lingkungan kami.</p>
<p>Sungguh masa-masa indah yang sayang sekali sudah terlewati dan tidak akan pernah kembali lagi.…….</p>
<p>Daya tarik lain Bridge to Terabithia adalah karakter tokoh-tokohnya yang unik dan menarik. Jess setiap hari selalu melihat orangtuanya bingung memikirkan masalah biaya. Jess, seolah muak melihat keseriusan orang dewasa menjalani hidup. Terabithia adalah temapat dimana imajinasi Jess bekerja maksimal. Leslie dari awal adalah cewek menarik dengan stelan tomboynya. Peka terhadap lingkungan sekitarnya dan sangat pintar berimajinasi serta menumpahkan imajinasinya tersebut dalam bentuk tulisan. Dari awal penonton sudah dipaksa untuk menyukai tokoh yang satu ini. Sungguh hati ini runtuh rasanya saat mengetahui Leslie meninggal. Perasaan serupa juga aku rasakan ketika membaca komik Cross Game volume I. Aoba, gadis cilik periang yang meninggal hanyut di sungai karena menolong seorang anak.</p>
<p>Film anak-anak memang selalu menghibur. Sulit untuk dilupakan. Jadi pengen nonton <em>Little Manhattan </em>lagu nih, Film yang kutonton hampir setahun lalu. ke VIP lagi ah&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/takkay.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/takkay.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takkay.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takkay.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takkay.wordpress.com&amp;blog=2464752&amp;post=4&amp;subd=takkay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takkay.wordpress.com/2008/01/09/bridge-to-terabithia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">takkay</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
