Charlie Wilson’s War

Charlie Wilson (Tom Hanks) tersentuh hatinya saat berkunjung ke pengungsian Afghanistan di Peshawar Pakistan awal tahun 1980-an atas undangan langsung Presiden Pakistan saat itu Muhammad Zia Ul-Haq. Ketika itu Uni Soviet melakukan invasi besar-besaran ke Afghanistan. Pakistan sebagai tetangga terdekat harus rela menampung seperlima jumlah penduduk Afghanistan sebagai pengungsi.

Charlie Wilson bukanlah orang sembarangan meski sering berprilaku sembarangan. Charlie adalah satu dari sembilan angota Kongres yang membidangi sub komite Departemen Pertahan AS. Komite inilah yang bertugas mengalokasikan anggaran tak terbatas AS untuk operasi militer rahasia. Dalam istilah Joanne (Julia Roberts), Komite ini berada di perempatan jalan antara Departemen Pertahanan, Pentagon dan CIA. Seluruh aktivitas operasi Dephan, Pentagon dan CIA harus melewati rekomendasi dan persetujuan dari Komite ini. Jika tidak, dana tidak akan turun.

Sepulang dari Peshawar Charlie merasa ada yang salah. Negaranya mendukung perjuangan Mujahidin dan mengutuk keras sikap represif Uni Soviet. Namun dukungan itu tidak totalitas. Tidak diwujudkan dalam bentuk bantuan persenjataan militer. Mujahidin masih berperang menggunakan senjata jaman perang dunia I yang mustahil digunakan untuk menembak jatuh helikopter Uni Soviet. Hal yang sebenarnya dapat dipahami mengingat perang dingin AS-Uni Soviet. Keterlibatan AS secara terang-terangan akan mengubah perang dingin menjadi perang sungguhan.

Dengan bantuan Philip Seymour Hoffman yang berperan sebagai agen CIA, Charlie menyusun rencana menyelundupkan senjata militer modern ke Afghanistan. Penyelundupan haruslah dirancang serapi mungkin agar tidak ada jejak keterlibatan AS. Charlie mengkonsolidasikan banyak pihak dalam rencananya. Arab Saudi, Mesir, Pakistan dan Israel ikut ambil bagian. Tentu saja tidak mudah mengajak keempat negara itu berjalan bersama. Namun disitulah letak kejeniusan Charlie Wilson sebagai politikus handal yang jago melobi. Bantuan yang diberikan tentunya tidak gratis, Charlie berhasil menemukan celah-celah penawaran sehingga semua pihak (merasa) diuntungkan oleh kegiatan ini.

Kejeniusan Charlie juga lah yang membuat Kongres AS menyetujui rencana ini. Kongres bahkan berani mengucurkan dana dalam jumlah terbesar yang pernah dikeluarkan AS untuk operasi militer (sampai saat itu). Tahun-tahun berikutnya sejarah mencatat Uni Soviet kalah telak, dan terpaksa meninggalkan bumi Afghanistan.
Namun, tak pernah ada senyum di wajah Charlie Wilson saat menerima bintang perhargaan. Afghanistan setelah penarikan pasukan soviet tak berbeda jauh dengan Afghanistan saat diinvasi soviet. Lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya. Begitulah pemikiran Charlie Wilson.

Satu-satunya pelajaran “moral” yang coba diberikan oleh film ini adalah : kekalahan telak Uni Soviet di Afghanistan adalah hasil buah karya seorang jenius bernama Charlie Wilson.

***
Terlepas dari apapun pesan “moral” yang coba diberikan oleh film ini, Tom Hanks lagi-lagi berhasil. Tom Hanks sukses menampilkan diri sebagai seorang politikus urakan tapi jenius.

Iklan

1 Komentar

Filed under Film

One response to “Charlie Wilson’s War

  1. Akuntansiku

    Makasih buat kunjungannya mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s