Chocolate Girl

Perempatan Mampang adalah titik tersibuk disepanjang jalur resmi Kopaja 57 jurusan Blok M – Kampung Rambutan. Sopir yang terburu-buru biasanya lebih memilih menghindari perempatan itu melalui fly over. Namun konsekuensinya, ada banyak calon penumpang di sana yang sayang jika dilewati begitu saja.

Seperti lazimnya perempatan sibuk lain di kota ini, Perempatan Mampang juga menjadi tempat favorit untuk mengais rezeki dengan berbagai macam modus. Berdagang koran. Menjajakan asongan. Mengamen. Atau sekadar membagikan amplop-amplop lusuh bertuliskan permohonan bantuan. Yang unik dari Perempatan Mampang adalah para pengais rezeki di sana didominasi oleh anak kecil umur tujuh sampai sepuluh tahun. Mereka biasanya membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai lima orang anak.

Beberapa bulan lalu ketika masih menjalani pendidikan di Pusdiklat Kalibata, aku adalah penumpang setia Kopaja 57 setiap Minggu sore.

Dan disanalah aku (hampir) selalu melihatnya.

Aku tak kenal gadis itu. Tak tau siapa namanya. Entah darimana asal dan kemana tujuannya. Yang aku tau, gadis itu selalu naik di Perempatan Mampang. Selalu memilih tempat duduk persis di belakang sopir (jika kebetulan sedang kosong). Selalu membawa ransel besar yang terasa kontras sekali dengan postur mungilnya. Selalu menenteng sebuah bungkusan kecil.

Gadis Coklat.
Demikian aku diam-diam menamainya. Bukan karena kulit sawo matangnya. Juga bukan karena jaket coklat yang sekali dua kali pernah dipakainya.
Tapi karena bungkusan kecil yang ternyata berisi coklat itu.
Ketika kelompok pengamen cilik beraksi di bis kami, mata gadis itu awas memperhatikan. Mengkalkulasikan anggota kelompok untuk kemudian membandingkan dengan persediaan coklat dalam bungkusan kecilnya. Masing-masing anak dapat satu batang coklat. Beng-beng, Silverqueen ukuran sedang, atau bahkan Cadburry. Apapun merk yang diberikan, sepertinya coklat itu akan terasa lebih manis daripada yang seharusnya. Karena diberikan bersama senyuman manis dan (mungkin) niat yang tulus. Selepas lampu merah Perempatan Matraman, bungkusan kecil itu (hampir) selalu kosong.

Entah apa niatnya melakukan itu. Mungkin gadis itu adalah anak juragan coklat di kota ini. Mungkin juga gadis itu punya toko coklat terbesar di negri ini. Atau mungkin si gadis cuma warga masyarakat biasa yang ingin memberi sesuatu benar-benar kepada anak-anak pengais rezeki jalanan itu. Semua orang sepertinya sudah tau bahwa uang yang dihasilkan anak-anak pengais rezeki jalanan itu bukanlah untuk mereka gunakan sendiri. Selalu ada orang di balik mereka. Entah itu orangtua. Saudara. Atau preman. Memberikan coklat (dan bukan uang) mungkin adalah solusi yang tepat untuk berbagi kebahagiaan langsung pada mereka.

Sudah lama aku tidak menumpang Kopaja 57. Sudah cukup lama pula aku melupakan Gadis Coklat.
Namun saat ini, ketika masalah terasa semakin menumpuk. Ketika semangat masih terpuruk. Ketika sensitifitas tetap menunduk. Ingatanku kembali padanya. Pada gadis coklat. Gadis unik yang punya cara unik untuk berbagi.

Iklan

7 Komentar

Filed under mereka

7 responses to “Chocolate Girl

  1. LeeSha

    wah, kirain….

    mantap!

  2. kalo gadis ber tas merah… hehehe

  3. Cari lagi takkay…siapa tahu…hm..hmm,.,,,,

    btw, 57 bukannya blok M-Cililitan???
    Selama 2 tahun aku juga langganan ketika masih tinggal di belakang perum dpr,,,

    izin ngelink blog sebagai tetangga Harestya boleh?

    Salam,
    Keluarga Harestya

  4. Terimasih lisa, Hanif, Ahmad. Rumah ini sudah jadi sarang laba-laba rupanya 🙂
    @harestya: ok pak. mohonn ijin juga ngelink dan makan umpannya…

  5. wah, ternyata kamu suka ngeblog juga Qi. Cerita gais coklat ini menarik sekali:)

  6. tapi udah lama gak diupdate nih ce…
    salam kenal di dunia maya ya. izin majang link blogmu. tulisannya keren2..:)

  7. Waaa masak sih? itu isinya kebanyakan pengalaman sehari-hari, lebih keren tulisanmu kali hehe. Oke tukeran link ya:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s