Mbak Guru

“Jadi, apa sih yang kamu cari disini? di tempat ini?”

“Pengabdian pada masyarakat. Saya menyebutnya idealisme, tapi banyak orang menganggapnya klise. Tak apalah dibilang klise. Mungkin terlalu banyak warna lah yang menyebabkan kita jadi lupa perbedaan hitam dan putih seperti yang tercetak jelas pada sebuah klise.”

Saya mencoba memahami perkataanya. mencari keterkaitan antara tiga kata kunci: pengabdian, idealisme dan klise. Kala itu, di tengah kekalutan pikiran akan hal lain, saya gagal memahami prinsip hidup Mbak Guru. Prinsip hidup sederhana tentang seorang Mbak Guru yang ingin mengabdikan dirinya pada masyarakat lewat pendidikan. Meski nyaris tanpa balas jasa setimpal. Beberapa ratus ribu per bulan tak pernah setara dengan pengabdian Mbak Guru mengajar anak-anak di daerah terpencil ini.

“Jika hujan turun, jalanan akan becek dan licin. Makanya saya selalu sedia bawa sepatu AP Boots, topi caping dan jas hujan. Jadi, mau mengajar ke sekolah atau pun mau ‘mantang balam’ seragamnya sama saja. heheheh…”, Kata Mbak Guru sambil tertawa renyah memamerkan dereten gigi putihnya yang rapi seperti barisan tentara angkatan Laut.

Mantang Balam dalam bahasa orang Muara Enim berarti menyadap karet. Setiap pagi sebelum berangkat ke Sekolah, Mbak Guru menyempatkan diri menyadap karet. Keluarga Mbak Guru punya berhektar-hektar Kebun Karet yang dikerjakan Mbak Guru bersama saudara-saudaranya. Getah karet yang dihasilkan dalam seminggu setara dengan honor mengajar selama setahun. 

“Satu hal yang saya yakini dari dulu, bahwa idealisme akan sangat mudah digadaikan jika saya lapar. Makanya, saya harus kenyang. harus selalu kenyang. baru bicara idealisme.” Mata cemerlangnya mengerjap-ngerjap saat mengatakan itu. Kata kawan saya, orang yang matanya selalu mengerjap-ngerjap saat bicara biasanya cerdas. Saya tak pernah percaya dengan kawan saya yang matanya memang selalu mengerjap-ngerjap ketika bicara itu. Tapi untuk kasus Mbak Guru, rasanya teori kawan saya itu ada benarnya. Mbak Guru adalah lulusan Fakultas Keguruan di salah satu Kampus terbaik di Republik ini. Cita-cita untuk menjadi Guru sudah mendarahdaging dalam diri gadis kebun Karet itu sejak masih sekolah. 

Iklan

1 Komentar

Filed under mereka

One response to “Mbak Guru

  1. klo kamu bikin buku novel kayaknya bisa laku keras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s